Mengenal batik solo dari masa ke masa adalah sebuah nilai lebih tersendiri karena kalu dilihat perkembangan model baju batik terbaru seperti , dress batik solo , baju batik modern , model baju batik kantor , model baju batik muslim , model bajuk batik kerja , model baju batik kerja , blazer batik , baju batik couple , atasan batik , semua itu berasal dari perkembangan batik masa lalu seperrti batik solo dan yogya sehingga mengenal perkembangannya akan tejadi benang merah dan berguna dalam menentukan desain kedepan , karena masa kini pastilah berasal dari masa lalu
Apa itu Batik ?
Batik adalah budaya yang telah lama ada dan berkembang di masyarakat Indonesia. Kata batik mempunyai beberapa art. Dalam bukunya Hamzuri yang berjudul Batik Klasik, batik merupakan suatu cara untuk memberi hiasan pada kain dengan cara menutupi bagian-bagian tertentu dengan menggunakan perintang. Zat perintang yang sering digunakan ialah lilin atau malam.kain yang sudah digambar dengan menggunakan malam kemudian diberi warna dengan cara pencelupan.setelah itu malam dihilangkan dengan cara merebus kain. Akhirnya dihasilkan sehelai kain yang disebut batik berupa beragam motif yang mempunyai sifat-sifat khusus.
Sejarah Perkembangan Batik
Sudah ada dari jaman kerajaan majapahit dan perkekembangan islam, dlunya batik hanya dipakai oleh kalangan keratin dan akhirnya me;luas penggunaannya sampai dikalangan masyarakat. Berdasarkan sejarahnya, periode perkembangannya batik dapat dikelompokkan sebagai berikut :
Periode Kerajaan Majapahit
Dilihat dari perkembangan sejarah , batik ada mulai dijaman majapahit dimana mojokerto adalah pusat kerjaan majapahit dan tulung agug adalah kota di jawa timur yang dikenal kuat budaya batiknya, tulung agung masih berupa rawa rawa dengannama bonorowo dikuasai oleh adipati kalang yang tidak mau tunduk dibawah majapahit, lalu kerjaan majapahit menyerang bonorowo akhirnya adipati kalang tewas semenjak itu bonorowo atau tulung agung dibawah majapahit berserta budaya batiknya , batik tulung agung banyak menyerap batik Yogyakarta karena dijaman peperangan dengan belanda , pangeran dipenogoro pernah merapayt kebagian timur saat dihimpit oleh belanjada dan akhirnya menularkan budaya batik khas Yogyakarta,, ciri khas batik Kalangbret dari Mojokerto hampir sama dengan batik Yogyakarta, yaitu dasarnya putih dan warna coraknya coklat muda dan biru tua.
Periode Penyebaran Islam
Batoro Katong seorang Raden keturunan kerajaan Majapahit membawa ajaran Islam ke Ponorogo, Jawa Timur. Dalam perkembangan Islam di Ponorogo terdapat sebuah pesantren yang berada di daerah Tegalsari yang diasuh Kyai Hasan Basri. Kyai Hasan Basri adalah menantu raja Kraton Solo. Batik yang kala itu masih terbatas dalam lingkungan kraton akhirnya membawa batik keluar dari kraton dan berkembang di Ponorogo. Pesantren Tegalsari mendidik anak didiknya untuk menguasai bidang-bidang kepamongan dan agama. Daerah perbatikan lama yang dapat dilihat sekarang adalah daerah Kauman yaitu Kepatihan Wetan meluas ke desa Ronowijoyo, Mangunsuman, Kertosari, Setono, Cokromenggalan, Kadipaten, Nologaten, Bangunsari, Cekok, Banyudono dan Ngunut.
Batik yogya dan solo
Batik di daerah Yogyakarta dikenal sejak jaman Kerajaan Mataram ke-I pada masa raja Panembahan Senopati. Plered merupakan desa pembatikan pertama. Proses pembuatan batik pada masa itu masih terbatas dalam lingkungan keluarga kraton dan dikerjakan oleh wanita-wanita pengiring ratu. Pada saat upacara resmi kerajaan, keluarga kraton memakai pakaian kombinasi batik dan lurik. Melihat pakaian yang dikenakan keluarga kraton, rakyat tertarik dan meniru sehingga akhirnya batikan keluar dari tembok kraton dan meluas di kalangan rakyat biasa.
Ketika masa penjajahan Belanda, dimana sering terjadi peperangan yang menyebabkan keluarga kerajaan yang mengungsi dan menetap di daerah-daerah lain seperti Banyumas, Pekalongan, dan ke daerah timur Ponorogo, Tulung Agung dan sebagainya maka membuat batik semakin dikenal di kalangan luas.
Batik nusantara
Perkembangan batik di Banyumas berpusat di daerah Sokaraja. Pada tahun 1830 setelah perang Diponegoro, batik dibawa oleh pengikut-pengikut Pangeran Diponegoro yang sebagian besar menetap di daerah Banyumas. Batik Banyumas dikenal dengan motif dan warna khusus dan dikenal dengan batik Banyumas. Selain ke Banyumas, pengikut Pangeran Diponegoro juga ada yang menetap di Pekalongan dan mengembangkan batik di daerah Buawaran, Pekajangan dan Wonopringgo.
Selain di daerah Jawa Tengah, batik juga berkembang di Jawa Barat. Hal ini terjadi karena masyarakat dari Jawa Tengah merantau ke kota seperti Ciamis dan Tasikmalaya. Daerah pembatikan di Tasikmalaya adalah Wurug, Sukapura, Mangunraja dan Manonjaya. Di daerah Cirebon batik mulai berkembang dari keraton dan mempunyai ciri khas tersendiri.
Saat ini bahkan terdapat batik lampung atau batik lainnya